Bahaya Komplikasi Penyakit Sirosis (Pengerasan) Hati

Bahaya Komplikasi  Penyakit Sirosis (Pengerasan) Hati

Bahaya Komplikasi Penyakit Sirosis (Pengerasan) Hati Penyakit sirosis hati  atau pengerasan hati merupakan penyakit jangka panjang yang ditandai dengan kerusakan sel-sel hati oleh jaringan–jaringan ikat, di ikuti dengan parut serta sering di iringi pembentukan ratusan nodelus (benjolan). Penyakit ini mengubah  struktur hati dari jaringan hati yang normal menjadi benjolan- benjolan keras yang abnormal.

Klasifikasi  berbagai jenis sirosis hati berdasarkan penyebabnya yaitu :

  • Sirosis alkoholik, yang dapat terjadi akibat minum alkohol berlebihan. Agar kondisi  sirois hati segera pulih anda sebaiknya menghentikan  minum-minuman yang beralkohol.
  • Sirosis pascahepatitis, yang dapat terjadi akibat infeksi virus hepatitis B, hepatitis C atau heopatitis kronis.
  • Sirosis biliaris primer, di tandai oleh peradangan kronis dan obliterasi fibrosis saluran empedu inthrahepatik yang di perkirakan bersifat autoimun .

Penyakit ini merupakan penyakit  yang serius dan tidak boleh di sepelekan. Sirosis hati dapat menyebabakn komplikasi –komplikasi penyakit lainya di seputar organ hati.

(Simak juga :  Gejala Dan Penyebab Sirosis Hati (Pengerasan Hati) )

Beberapa Komplikasi Pada Penderita Sirosis Hati

Bahaya Komplikasi  Penyakit Sirosis (Pengerasan) Hati

Perdarahan Dari Varises- Varises Kerongkongan (esophageal varices)

Jaringan parut pada penyakit sirosis hati  dapat menghalangi jalanya darah yang akan kembali ke jantung dari usus-usus dan meningkatkan tekanan dalam vena portal (hipertensi portal)

Apabila terjadi penekanan dalam vena portal meningkat, maka akan menyebabkan darah mengalir di sekitar hati melalui vena-vena dengan tekanan yang lebih rendah untuk mencapai jantung.

Semakin tinggi  tekanan yang terjadi  maka   kemungkinan seorang  pasien mengalami perdarahan dari varices-varices ke dalam kerongkongan (esophagus) atau lambung  pun akan tinggi.

Gejala yang di rasakan dari varices-varices kerongkongan yaitu sebagai berikut :

  • Muntah Darah, muntah dapat berupa darah merah yang bercampur gumpalan-gumpalan atau di sebabkan oleh efek dari asam pada darah .
  • Sering pingsan yang di sebabkan tekanan darah yang semakin menurun atau tekanan darah rendah, hal ini akan terjadi  ketika duduk atau dalam suatu posisi berbaring terlalu lama.
  • Tinja berwarna hitam, ini terjadi karena perubahan dalam darah ketika kotoran atau sisa makanan  yang akan di buang tercampur oleh bakteri kemudian merubah warna dan tekstur tinja.

⇒Edema Dan Escites

Apabila sirosis hati semakin parah, kemudian akan mengirim gejala dari komplikasi  penyakit ini ke organ ginjal untuk menahan garam dan air di dalam tubuh.  Jumlah air dan garam yang berlebihan di dalam tubuh ini pertama-tama akan berakumulasi di dalam jaringan di bawah kulit, pergelangan kaki dan kaki karena ada efek garvitasi saat duduk atau berdiri. Akumulasi cairan  yang menimbulkan pembengkakan inilah di sebut dengan Edema.

Apabila sirosis hati semakin memburuk, keadaan  akibat kelebihan  garam dan air yang tertahan, cairan juga mungkin meningkat dalam rongga perut antara dinding perut. Peningkatan dan tertahanya garam dan air di sebut dengan ascites yang menyebabkan pembengakakan perut, ketidaknyamanan perut dan berat badan  yang semakin meningkat.

⇒Spontaneous Bacterial Peritonitis (SBP)

Asites merupakan tempat yang sangat baik untuk pertumbuhan bakteri. Dalam keadaan normal, rongga perut hanya mengandung sangat sedikit cairan  sehingga mampu melawan infeksi  dengan baik.

Namun pada sirosis hati, adanya banyak cairan di dalam rongga perut membuat rongga perut mudah mengalami  infeksi dan menyebabkan terjadinya infeksi pada perut. Spontaneous Bacterial Peritonitis (SBP) merupakan komplikasi seirus dari sirosis hati  yang dapat membahayakan nyawa.

⇒Ensefalopati Hepatikum

Ini merupakan suatu kondisi di mana tubuh ketika unsur-unsur beracun berakumulasi secara  cukup banyak dalam darah.

Saat zat beracun ini terakumulasi dalam jumlah yang cukup banyak di dalam darah, maka fungsi otak pun akan terganggu dan menyebabkan terjadinya ensefalopati hepatikum. Gejala awal yang di timbulkan cukup unik yaitu  tidur di siang hari dan bukanya di malam hari (Kebalikan dari pola tidur normal)

Selain  itu terdapat gejala lain dari  ensefalopati hepatilikum yaitu mudah marah, sulit berkonsentrasi atau berhitung, gangguan daya ingat, linglung  atau mengalami penurunan kesadaran. Hingga akhirnya komplikasi ini dapat menyebabkan koma dan kematian .

⇒Hepatorenal syndrome

Hepatorenal syndrome atau sindrom kerusakan  pada ginjal. Sindrom ini  mengakibatkan penurunan komplikasi yang serius di mana fungsi dari organ ginjal semakin berkurang. Penurunan fungsi ginjal ini di akibatkan oleh perubahan  aliran darah yang melalui ginjal, bukan karena kerusakan sel-sel ginjal.

Komplikasi ini diartikan sebagi kegagalan yang sangat serius dan fatal pada penurunan fungsi organ ginjal dalam membersihkan  unsur-unsur dari darah dan menghasilkan jumlah urine yang cukup banyak. Jika fungsi hati membaik, maka fungsi ginjal penderita sindrom heptorenal pun akan kembali normal.

⇒Kanker Hati (Hepatocellular carcinoma)

Komplikasi  terakhir yang di timbulkan oleh sirosis hati yaitu kanker hati . Jika anda penderita sirosis hati  maka  anda memilki risiko yang tinggi terkena kanker hati.  Berikut ini  gejala dari kanker hati  yaitu diantaranya :

  • Mengalami demam.
  • Berat badan menurun secara drastis.
  • Sakit pada perut dan pembengkakan di perut.
  • Organ hati yang terkadang membesar dan perut terlihat seperti menggelembung seperti orang hamil.

(Simak juga : Pantangan Makanan Untuk Penderita Pengerasan Hati)

Itulah  informasi mengenai bahaya komplikasi  penyakit sirosis (pengerasan) hati yang dapat kami sampaikan. Untuk anda yang sedang menderita sirosis hati? Ingin sembuh dari sirosis hati klik >> Obat Herbal Pengerasan Hati Yang Paling Ampuh

Posted by : Bahaya Komplikasi Penyakit Sirosis (Pengerasan) Hati

Leave a Reply